Bogor, 29 Agustus 2026 — Universitas Islam Bogor (UIB) menggelar UIB Choice Award 2026 pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus ruang untuk mengasah kreativitas mahasiswa dan masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital secara positif.
Acara yang berlangsung di lingkungan Universitas Islam Bogor tersebut dipandu oleh M. Irfan Baihaki dan Helfa Nur Fitri selaku pembawa acara. Sejak awal kegiatan, peserta diperkenalkan dan diajak untuk mengenal satu sama lain, sebelum acara dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi.
UIB Choice Award 2026 dihadirkan sebagai bentuk apresiasi terhadap individu-individu yang telah memberikan kontribusi positif melalui berbagai bidang, khususnya di tengah perkembangan dunia digital. Ajang tersebut mengangkat semangat “Khoirunnas anfa’uhum linnas”, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi sesama.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Bogor, Dr. H. Syamsul Rizal, Mz., S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa UIB Choice Award telah beberapa kali direncanakan sebagai kegiatan yang tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.
Menurutnya, terdapat sembilan kategori penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pelaksanaan peran lembaga pendidikan dalam memberikan apresiasi kepada masyarakat. Penghargaan tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan dunia digital yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan media digital secara bijak, termasuk dalam menyampaikan pesan dakwah. Menurutnya, media digital harus digunakan untuk menyebarkan hal-hal yang baik dan memberikan manfaat, bukan justru menjadi bumerang bagi penggunanya.
“Mari jadikan media sosial kita ini menjadi portofolio kita,” pesannya.
“Jangan takut salah ketika membagikan sesuatu yang kita anggap baik,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam rangka mendorong mahasiswa dan masyarakat agar berani berkarya serta menggunakan media digital secara positif.
Rektor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta yayasan yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya UIB Choice Award 2026.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH. Saiful Falah, M.Pd.I. Doa tersebut turut ditujukan untuk almarhum Kiai Helmi serta mendoakan Ibu Hj. Fatma Salim agar senantiasa diberikan kesehatan. Selanjutnya, doa juga dipimpin oleh Dr. Asep Zakariya Ansori, Lc., M.H.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan tari Sindadar Tulo Atulo. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk keberagaman budaya yang ditampilkan dalam rangkaian UIB Choice Award 2026.
Memasuki acara inti, panitia membacakan sejumlah nominasi penghargaan, di antaranya Best Student Creator, Education Creator, Finance Creator, Best Teacher Creator, Best Inspiring Muslim dan Muslimah, Best Literally and Writer, Best Student Entrepreneur, serta Beauty Creator.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah sesi inspirasi bersama Sherly Annavita Rahmi. Dalam pemaparannya, Sherly mengajak mahasiswa dan para kreator untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi serta media sosial.
Sherly membagikan pengalamannya terjun ke dunia kreator sejak 2011. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menjadi seorang kreator tidak selalu berjalan mudah. Kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi untuk mengetahui tujuan dan arah yang ingin dicapai.
Menurut Sherly, setiap orang perlu memahami siapa dirinya, apa yang ingin dilakukan, serta tujuan yang ingin dicapai. Proses belajar juga harus dilakukan secara terus-menerus karena setiap manusia masih memiliki ruang untuk berkembang.
Ia juga menekankan bahwa seseorang tidak perlu takut untuk memulai. Menurutnya, keberanian untuk mengambil langkah pertama merupakan hal penting dalam mewujudkan sesuatu.
“Tanpa mulai, kita tidak akan melakukan apa-apa,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan Sherly kepada peserta.
Sherly juga mengajak generasi muda untuk menjadikan media sosial sebagai bagian dari portofolio diri. Menurutnya, karya dan aktivitas positif yang dibagikan di media sosial dapat menjadi rekam jejak yang menunjukkan kemampuan serta karakter seseorang.
Dalam sesi tanya jawab, peserta turut membahas berbagai hal, mulai dari persiapan mental sebelum membuat dan mengunggah konten, cara menentukan tujuan setelah membuat konten, hingga bagaimana menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di Indonesia.
Salah satu pertanyaan juga membahas tantangan menjadi konten kreator di bidang politik, terutama dalam menjaga konten agar tidak memicu kebencian dan konflik di tengah masyarakat. Sherly menjelaskan bahwa dunia politik memiliki banyak ruang abu-abu sehingga kreator perlu mempertimbangkan manfaat dan dampak dari setiap konten yang dibuat.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam berkarya dibandingkan hanya mengejar perhatian sesaat.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam dunia kreator dan edukasi digital, Sherly Annavita Rahmi kemudian menerima penghargaan yang diserahkan oleh Ustazah Ummu Hafsoh, M.E.
Rangkaian UIB Choice Award 2026 kemudian ditutup dengan pembagian doorprize berupa voucher belanja UQI Mart serta sesi foto bersama seluruh peserta dan pihak yang terlibat.
Melalui penyelenggaraan UIB Choice Award 2026, Universitas Islam Bogor menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan ruang apresiasi bagi mahasiswa dan masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda agar mampu berkarya, berinovasi, dan memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk memberikan manfaat bagi sesama.