Universitas Islam Bogor (UIB) menggelar Stadium General sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa dalam memulai perjalanan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Rektor UIB, Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I., yang mengajak mahasiswa untuk memperbarui niat, mempersiapkan mental, serta memiliki target selama menjalani pendidikan.
Pembukaan kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang ditujukan kepada almarhum Kiai Helmy Abdul Mubin, pendiri sekaligus sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan keluarga besar Ummul Quro. Doa juga dipanjatkan untuk keluarga besar Ummul Quro.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan dan tamu undangan yang hadir, di antaranya Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ketua Senat, Wakil Rektor I, II, dan III, serta jajaran pejabat struktural Universitas Islam Bogor.
Mengawali sambutannya, Dr. H. Syamsul Rizal Mz. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Stadium General. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk kembali memahami tujuan dan niat dalam menempuh pendidikan tinggi.
“Mahasiswa itu harus terencana, harus ditargetkan,” tegasnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar senantiasa memperbarui niat, mengingat perjalanan perkuliahan membutuhkan waktu, kesungguhan, dan kesiapan mental. Mahasiswa akan menjalani proses pendidikan selama kurang lebih empat tahun sehingga perlu mempersiapkan diri sejak awal.
“Sesungguhnya samudra itu dalam kalau kita tidak memperbaiki kapal,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan untuk menggambarkan pentingnya mempersiapkan diri sebelum menjalani perjalanan panjang sebagai mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terlalu khawatir dalam menuntut ilmu, termasuk dalam menghadapi persoalan biaya. Ia mendorong mahasiswa untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.
Selain memperbarui niat, mahasiswa juga diminta untuk tidak bermain-main dalam menjalani proses pembelajaran. Masa perkuliahan perlu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin karena pembentukan kapasitas mahasiswa membutuhkan proses yang konsisten.
“Jangan sampai kita kurang dalam pembelajaran, karena pembelajaran ini panjang,” pesannya.
Menurutnya, proses menjadi mahasiswa juga harus membawa perubahan dalam karakter dan pola pikir (mindset). Mahasiswa perlu mulai meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dari masa sekolah serta membangun cara pandang yang lebih matang dalam menentukan tujuan.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan selama menjalani perkuliahan. Mahasiswa diharapkan memiliki target yang jelas, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri.
Dr. H. Syamsul Rizal Mz. turut menyinggung pentingnya perguruan tinggi dalam mencerdaskan generasi muda. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sungguh-sungguh, mengingat masih terdapat generasi muda yang belum memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Di akhir sambutannya, Rektor meminta para narasumber untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada mahasiswa agar mereka memiliki bekal dalam menghadapi perjalanan akademik sekaligus perkembangan zaman.
Stadium General UIB juga menjadi bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan dan transformasi digital. Kegiatan tersebut turut menjadi momentum untuk memperkenalkan perjalanan institusi Ummul Quro Al-Islami hingga berkembang menjadi Universitas Islam Bogor serta memperkuat visi kampus dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan dari sejumlah tokoh akademik dan publik. Prof. Dr. Moch. Fakhruroji, M.A., Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, membawakan materi bertajuk “New Media dan Transformasi Perguruan Tinggi Islam”.
Selain itu, H. Tomy Kurniawan, S.Kom., Anggota DPR RI Fraksi PKB, turut hadir dalam talkshow bertema “Membangun Digital Presence Kampus Islam yang Berintegritas dan Berdaya Saing.”
Melalui Stadium General tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, pola pikir yang lebih terarah, literasi digital, serta semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.