Universitas Islam Bogor

Mubes BEM Se-Bogor Raya 2026 Perkuat Sinergi dan Konsolidasi Gerakan Mahasiswa

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Bogor Raya menggelar Musyawarah Besar (Mubes) BEM Se-Bogor Raya 2026 pada Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026, di Auditorium Gedung C Universitas Islam Bogor (UIB).

Mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Konsolidasi Gerakan Mahasiswa untuk Mewujudkan Gerakan yang Progresif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Bogor Raya untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan mahasiswa ke depan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tarian tradisional yang dibawakan oleh UKM Tari UIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Pupud Saepudin dari UKM JQH UIB sebelum memasuki rangkaian sambutan.

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa UIB menyampaikan bahwa Mubes bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali semangat perjuangan mahasiswa.

“Dalam gerakan kita tidak berdiri sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam Mubes menjadi pintu gerbang untuk kembali menyalakan semangat dan memperkuat gerakan mahasiswa agar terus berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif bertukar gagasan selama musyawarah berlangsung.

“Selamat beradu ide dan gagasan,” tuturnya.

Evaluasi Satu Tahun Kepengurusan

Sementara itu, Koordinator BEM Se-Bogor Raya, Indra Mahfuzi, dalam sambutannya menyampaikan refleksi atas perjalanan kepengurusan selama satu tahun terakhir.

Menurutnya, satu tahun masa kepengurusan bukanlah waktu yang singkat. Selama periode tersebut, berbagai gagasan, perjuangan, program, serta dinamika gerakan telah menjadi bagian dari perjalanan BEM Se-Bogor Raya.

Mubes BEM Se-Bogor Raya 2026 Perkuat Sinergi dan Konsolidasi Gerakan Mahasiswa

Ia mengakui bahwa dalam menjalankan berbagai agenda, terdapat perbedaan antara idealisme dan realitas di lapangan. Tidak seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana secara sempurna. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh aliansi dan kampus yang tergabung dalam BEM Se-Bogor Raya.

“Setiap perjuangan yang kita upayakan tidak lain dan tidak bukan hanya demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, atas dasar kecintaan terhadap bangsa ini,” ungkapnya.

Indra menegaskan bahwa setelah berakhirnya masa kepengurusannya, ia tidak lagi berdiri sebagai pemimpin, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar BEM Se-Bogor Raya yang akan terus mendukung setiap perjuangan mahasiswa.

Ia juga berpesan kepada pemimpin yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan BEM Se-Bogor Raya agar dapat mempertahankan hal-hal baik yang telah dilakukan sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan.

“Lanjutkan apa yang telah baik kita lakukan, perbaiki yang masih kurang, dan jadilah pemimpin terbaik menurut versi kalian,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Indra menyampaikan apresiasi kepada seluruh aliansi kampus yang telah bersama-sama menjaga dan menjalankan roda gerakan mahasiswa selama satu periode.

Ia berharap berakhirnya masa kepengurusan tidak menjadi akhir dari hubungan persaudaraan antaranggota.

“Jika hari ini kepengurusan saya berakhir, saya berharap yang berakhir adalah kepengurusannya, bukan persaudaraannya. Kita tutup periodenya, bukan tutup persaudaraan,” tegasnya.

UIB Dorong BEM Menjadi Laboratorium Sosial

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Galih Pratama, M.Pd., M.I.Kom. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes BEM Se-Bogor Raya di lingkungan UIB.

Ia mengungkapkan rasa bangga sekaligus terhormat karena UIB dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 25 kampus.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi dan perjuangan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab intelektual dan moral.

“Mahasiswa bukan sekadar sekelompok orang yang belajar di kampus atau melakukan demonstrasi di jalan, tetapi merupakan satu kesatuan dari rakyat Indonesia yang memiliki tanggung jawab intelektual dan moral dalam memperjuangkan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap BEM Se-Bogor Raya mampu terus melahirkan gagasan-gagasan baru dan menjadikan organisasi mahasiswa bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai laboratorium sosial.

Menurutnya, BEM harus mampu menjadi ruang untuk menyampaikan serta mengadvokasi berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa maupun masyarakat. Persoalan kebijakan pendidikan, termasuk biaya pendidikan seperti UKT, menjadi salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian mahasiswa.

Ia juga menekankan pentingnya BEM untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga memastikan persoalan internal mahasiswa dapat diperjuangkan terlebih dahulu melalui advokasi yang konkret.

“Tidak hanya rakyat biasa yang terkena kebijakan, mahasiswa juga mengalami dampaknya, seperti persoalan UKT,” katanya.

Ia kemudian berharap Mubes BEM Se-Bogor Raya dapat berlangsung secara demokratis dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa gerakan mahasiswa ke arah yang lebih baik.

“Selamat bermusyawarah, selamat berdemokrasi, dan mudah-mudahan Mubes ini melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik,” pungkasnya.

Pembukaan Mubes

Rangkaian pembukaan Mubes BEM Se-Bogor Raya 2026 kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis yang dipimpin oleh Wakil Rektor III UIB bersama Koordinator BEM Se-Bogor Raya, BKP3, dan MPM.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan rangkaian musyawarah yang menjadi ruang bagi delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bogor Raya untuk menyampaikan pandangan, mengevaluasi kepengurusan, serta menentukan arah kepemimpinan BEM Se-Bogor Raya untuk periode berikutnya.

Mubes BEM Se-Bogor Raya 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan konsolidasi gerakan mahasiswa di wilayah Bogor Raya agar semakin progresif dan berkelanjutan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Saepul Pramuja.

Scroll to Top